Mudahkan Koordinasi, Dinas PMD Petakan Seluruh Kecamatan Dalam 4 Zona

Kadis PMD Kab Kupang Charles Panie

Oelamasi, flobamoraspot.com – Demi memudahkan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten dengan kecamatan dan desa, Pemerintah melalui dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa memetakan seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang dalam 4 Zona.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kupang Charles Panie ketika ditemui flobamoraspot di sela-sela mengikuti Sidang II DPRD setempat mengatakan, pihaknya membagi seluruh kecamatan dalam 4 zona sesuai wilayah.

Ia menjelaskan, Zona satu terdiri dari Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Barat Ddaya, Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara dan Amfoang Timur. Zona dua Kecamatan Fatuleu, Fatuleu Tengah, Fatuleu Barat, Sulamu dan Amabi Oefeto Timur. Zona tiga terdiri dari Kecamatan Amarasi, Amarasi Timur, Amarasi Selatan, Amarasi Barat, Kupang Timur, Kupang tengah dan Amabi Oefeto. Zona empat  Kecamatan Kupang Barat, Nekamese, Taebenu dan Semau selatan.

“Jadwal Rapat Koordinasi sudah ditetapkan sesuai Zona masing-masing. Baru-baru tanggal 12 Juli 2019 di Kecamatan Amarasi Barat Desa Nekbaun. Besok 19 Juli di aula Kantor Camat Amabi Oefeto Timur, dibuka langsung wakil Bupati. Tanggal 26 Juli 2019 di Kantor Camat Amfoang Barat Laut dan tanggal 30 Juli di aula Kantor Camat Taebenu”, jelas  Charles Panie kepada wartawan di Gedung DPRD Kabupaten Kupang Kamis, (18/7).

Menurut dia, selain Rakor dengan para Kepala desa, kegiatan akan diisi dengan program Bursa Inovasi desa yang akan membahas tentang pemanfaatan dana desa demi menyerap dana desa sesuai dengan aturan yang ada.

“Kegiatan Bursa inovasi,  merupkan satu wadah yang dipergunakan untuk menyampaikan kemajuan-kemajuan di desa contohnya seperti bumdes maju itu nanti disampaikan lewat bursa nanti bursa ini akan menyalurkan informasi-informasi ini kepada semua desa yang ada. Yang diharapkan dari pada kegiatan bursa ini adalah ketularan dari pada desa-desa yang sudah maju kepada desa yang belum. Program ini terkadang dari desa yang satu masih pikirkan dana ini saya apakan sehingga kalau dari desa itu merasa ini pas dan bagus mereka bisa mengadopsi program dan kegiatan yang sama”, urainya.

Ia mengatakan, inovasi bisa muncul dari dua sudut pandang, yang pertama adalah sesuatu hal yang baru yang belum dipikirkan itu dimunculkan, dimasukkan dalam program desa lalu mengelaborasinya menggunakan dana desa. “Pandangan yang kedua muncul ide ataun inovasi baru dari kegiatan yang sudah ada. Nah ini ide-ide inovatif  ini akan muncul dan dia masuk lewat bursa untuk disebarkan melalui semua desa yang ada. Ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh agar supaya jangan ada yang beranggapan bahwa kenapa di sana bisa maju saya kok begini’, terangnya.

Mantan Staf dinas Kependudukan dan Catatan Sipil iitu menjelaskan, Baru-baru ini pihaknya melakukan kegiatan di zona 3 di Amarasi Barat desa Nekbaun, di pantai Tub Afu, yang merupakan sebuah lokasi wisata menarik yang dikelola Bumdes Rium Jaya.

“Mengapa Obyek wisata, karena memang ide itu muncul setelah Pemerintah setempat melihat ada pantai yang menarik. Masyarakat desa melalui musyawarah desa mereka melihat pemandangannya bagus, mereka menagkap itu dan menjadikan satu lahan kerja pariwisata sehingga waktu itu bapa Wakil (Bupati) minta supaya ini bisa masuk dengan dana desa untuk kegiatan-kegiatan ini karena terus terang saat ini gencar-gencarnya salah satu kegiatan yang harus diangkat kepermukaan adalah pariwisata. Memang kita masih punya 1 kendala saat ini  keluhan masyarakat soal jalan masuk yang buruk”, katanya.

Ia menegaskan, dalam rapat kali ini semua Kades dilibatkan karena ada program Nasional yang harus didorong bersama yakni stunting.

“Jadi setiap desa ini disiapkan tenaga kesehatan dibayar dengan dana desa nanti obat diambil dari Puskesmas. Mereka mungkin tinggal di kantor desa atau ada pustu mereka di pustu kalau ada ibu hamil yang mengalami sakit atau mau melahirkan mereka sudah siap di tempat dan itu program merupakan program yamg direncanakan oleh pemerintah Kabupaten lewat pak Bupati dan pak Wakil Bupati sekarang.

Ia menambahkan, apa yang diinginkan Bupati dan wakil Bupati Kupang bermuara pada terintegrasinya seluruh program dalam Revolusi 5P dan berbagai program penyokongnya di seluruh desa yang ada di wilayah Kabupaten Kupang.

“Ini dalam rangka kita mau membentuk desa model. Contoh di Kecamatan Fatuleu Tengah desa Oebiteno itu sudah jadi desa model. Di dalam desa model itu ada  program Pariwisata, segi Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Perkebunan”, pungkas dia.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »