Dana Desa Jadi Solusi Pembangunan Air Bersih

genangan air kali Oeika Baumata Utaraa dimanfaatkan warga untuk mandi dan cuci


Baumata, flobamoraspot.com – Pemerintah melalui Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo mengalokasikan dana untuk seluruh Desa di Indonesia. Dana itu bisa digunakan untuk program yang digagas oleh Pemerintah dan masyarakat di desa.
“Kalo di RT 07 kami pakai dana Desa sebagian untuk bor sumur. karena kami sudah lama ada bak penampung tapi sudah lama juga tidak ada air. awal-awal dulu 2 bak tersebut dilayani air bersih oleh Badan Layanan Umum Daerah Satuan Penyediaan Air Minum (BLUDSPAM) NTT tapi Pelayanan hanya 2 bulan setelah itu tidak ada lagi sampai saat ini. Makanya kami beruntung dengan dana Desa dari Presiden. tahun lalu bulan Juli kami gunakan dana desa untuk bor sumur sedalam 90 meter. debitnya 3 – 4 liter / detik”, kata Aris Sanaunu, Ketua RT 007 desa Baumata Utara kepada flobamoraspot.com Jumat (9/8/2019).
Menurut dia, dua bak tersebut dibangun sejak 2011 oleh P2AT (Program Pengembangan Air Tanah) dengan daya tampung 32 ribu liter luas 4×4 meter. Sedangkan satu lagi daya tampungnya hanya 12 Liter.
“Dibangun saat pembebasan jalur pipa lewat tanah keluarga tahun 2001. Pemerintah adakan ganti rugi tapi bapa saya tidak mau (terima). bapak minta air bersih dan dibangunlah bak itu. Yang lebih besar dibangun 2011”,ungkapnya.
Ia mengatakan, dana desa tidak hanya digunakan untuk pengeboran Sumur tetapi juga untuk pembangunan reservoir. “Satu reservoir untuk suplay air ke bak penampungan yang ada di dekat masyarakat”, ujarnya.

seorang warga Baumata Utara sedang mandi di Kali Oeika


Ketika ditanya mampukah air yang tersedia mencukupi kebutuhan masyarkat Aris mengatakan, air bersih dari sumur bor hanya untuk melayani kebutuhan air minum 50 kk di RT 07. “Kalo untuk mandi dan cuci masyarakat harus turun ke kali Oeika yang tidak jauh dari sini. sekitar 300 meter dari rumah saya. kalo dari ujung kampung sekitar 1 Km”, jelasnya.
Sementara itu, pantauan Media ini air kali Oeika tidak layak konsumsi, namun masyarakat mau tidak mau harus memanfaatkan potensi itu untuk mengatasi kebutuhannya. “Ini karena tidak banyak yang mandi kalo tidak warna airnya putih sesuai warna buih sabun. Habis mau bagaimana”, katanya.
Ia berharap, Pemerintah Kabupaten Kupang bisa melihat kekurangan air bersih yang dialami masyarakat Baumata Utara. “Pemerintah tolong lihat kebutuhan kami, terutama air dari Reservoir Tulun jangan hanya untuk orang Kota Kupang tapi untuk kami juga”, harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »