Stunting Harus Kita Tanggulangi Secara Serius


Bupati Kupang Korinus Masneno dan Sekda Obet Laha dalam rembuk stunting

Oelamasi, flobamoraspot.com – Komitmen Pemerintah dalam upaya percepatan perbaikan gizi telah dinyatakan melalui Perpres Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Perbaikan Gizi yang merupakan upaya bersama antara Pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana untuk percepatan perbaikan gizi masyarakat dengan prioritas pada 1000 hari pertama kehidupan.
“Stunting harus kita tanggulangi secara serius karena mengakibatkan banyak kerugian terutama pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Kabupaten Kupang”, kata Bupati Kupang Korinus Masneno saat membuka Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Kupang, Senin (12/08-2019) di Aula Kantor Bupati Kupang di Kota Oelamasi..
Masneno menjelaskan, Anak yang terkena stunting, tinggi badannya lebih rendah dari standar usianya dan berakibat tubuhnya menjadi pendek, kekurangan gizi dan sistem metabolisme tubuh yang tidak optimal.
“Sampai saat ini belum satupun penelitian yang mengatakan keturunan memegang faktor yang lebih penting dari pada asupan gizi anak. Masyarakat umumnya menganggap pertumbuhan fisik sepenuhnya dipengaruhi faktor keturunan dan pemahaman itu keliru”, tegasnya.
“Sosialisasi pencegahan stunting semestinya dilakukan dengan baik dan upaya mencukupi kebutuhan gizi anak sejak dalam kandungan adalah hal yang sangat penting,” tambah Masneno. Berdasarkan data, jumlah stunting di Kabupaten pada tahun 2018 sebesar 31.179 dan 4 dari 10 anak di Kabupaten Kupang mengalami stunting. “Tentunya acara rembuk aksi percepatan penurunan stunting ini merupakan acara yang sangat penting dan perlu dilakukan agar masalah kekurangan gizi yang berakibat pada gagal tumbuh dapat diatasi secara baik”, tuturnya.
Bupati Masneno menambahkan, beberapa langkah yang perlu dilakukan ke depan diantaranya dengan intervensi sensitif dengan memberikan sosialisasi dan pemahaman para orang tua dan keluarga tentang hal-hal yang berkaitan dengan gizi dan pengolahan makanan.
Selain itu perlu juga dilakukan intervensi gizi spesifik melalui pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil, pemberian tablet tambah darah, pemberian ASI eksklusif.
Upaya percepatan perbaikan gizi membutuhkan komitmenkuat dari berbagai pihak baik Pemerintah Pusat, Pemda, lembaga sosial kemasyarakatan dan keagamaan, akademisi, organisasi profesi, media massa dan seluruh komponen lainnya.
Ketua Panitia kegiatan Agustina wijayanti, melaporkan, kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting mengajak semua pihak bersinergi bersama mencegah stunting di Kabupaten Kupang. “Kegiatan ini bertujuan mendeklarasikan komitmen Pemda dan menyepakati rencana kegiatan dan intervensi penurunan stunting terintegrasi serta membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Kupang”, ucap dia.

Dukungan Para Camat dan Kades.
Camat Taebenu Eliaser M. Manesi menyatakan mendukung gerakan melawan stunting dan berkomitmen mensosialsasikan secara baik upaya pananggulangan stunting.
“Saya bersama para Kades dan petugas kesehatan gencar mensosialisasikan pola hidup sehat terutama pemanfaatan pangan lokal yang bernilai gizi yang berguna bagi kesehatan anak terkhusus ibu hamil”, jelasnya.
Beberapa Desa juga ada yang memprogramkan pemberian makanan tambahan bagi anak balita yang diharapkan dapat berdampak pada kualitas kesehatan gizi anak yang baik.
Oktovianus Lesiange Kades Pukdale Kecamatan Kupang Timur mengatakan di Desanya terdapat 21 orang balita yang terkena stunting. “Saya menghimbau masyarakat di Desa Pukdale untuk memeriksakan anaknya secara rutin di Posyandu, selain itu dilakukan pengadaan makanan tambahan di Posyandu yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa demi menekan stunting di Desa Pukdale”, ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri pejabat Teras Kabupaten Kupang diantaranya Sekda Kab. Kupang Obet Laha, Asisten III Setda Victoria Kanahebi, Pimpinan LSM diantaranya dari Pimpinan Unicef Belandina Bait, Pimpinan Bengel Appek Vincent Bureni, Pimpinan OPD, Para camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa dan Lurah, serta para Guru dan siswa-siswi dari beberapa Sekolah. (Sintus)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »