Pelayanan RS SK Lerik Mengecewakan Warganya

Gedung RS SK Lerik di nJalan Timor Raya Koya Kupang. Gedung yang mewah tidak dibarengi pelyanan yang baik artinya.

KUPANG, FLOBAMORASPOT.COM – Apa arti sebuah gedung yang mewah jika tidak didukung dengan pelayanan yang baik dan profesional. Jika diibaratkan gedung yang mewah itu bungkusnya dan pelayanan yang baik itu isinya, maka RS SK Lerik belum memiliki isi yang layak. Bagaimana tidak pasien harus pulang dengan kecewa gara-gara tidak mendapat pelayanan dari petugas Medis.

“Saya selaku warga kota kupang kecewa dgn pelayanan rumah sakit daerah SK LERIK dimana kami keluarga bawa org tua kami yg sedang sakit smpe di IGD Disuruh keloket smpe di loket suruh ke IGD dan tdk ditngani juga sebenarnya mau mereka apa? apa krn org tua kami pake BPJS yg dari pemerintah atau krn kami dilihat org tidk mampu sehingga tidak di tangani sehingga kami pulng dan sekrng ditngani di rmah sakit bayangkara kecewa skli kami keluarga dgn perlakuan sprti tidk manusiawi dan saya selku anak tdk takut mnghadapi hal semacam ini”, tulis Yory Ridho dalam akun fb @yorry ridho, Minggu (15/9).

Ketika dikonfirmasi lebih jauh lewat telpon Yorry menjelaskan, dua saudaranya masing – masing Reinhard Koro Lulu dan Tobias Rohi alias Tanya Mone mengantar ibunya Naomi David Daddu Ridho ke Rumah Sakit SK Lerik karena pasien sudah muntah-muntah sejak malam tadi pada pukul 02 pagi.

“Mama tua sakit dari tadi malam sekitar pukul 2 pagi tadi pagi jam delapan mama tua pi rumah sakit daerah”, demikian tulisnya di kolom Messenger.

“Mama tua datang dari Sabu menghadiri anaknya bungsunya wisuda tanggal 11 itu kk. Mama tua sakit tiba2 tadi malam muntah sudah belasan kali jadi lemas jadi bawa pi rumah sakit”, tambahnya lagi.   

Warga RT 0022 RW 007 Kelurahan Oebobo itu mengharapkan kejadian serupa tidak terjadi lagi di Rumah sakit SK Lerik di masa mendatang.

Postingan Yorry Ridho mendapat reaksi cepat dari Wali Kota Kupang lewat akunnya @Jefri Riwu Kore. “Kami# sudah minta penjelasan dari RS thanks”, tulisnya.

Komentar Wali Kota langsung dijawab Direktris RS. SK Lerik dr. Marsiana Lily Halek.

“Selamat pagi bapak, siap bapak

Saya cross check ke IGD, mohon maaf sebelumnya, terkait komplain ini kami agak sulit tindaklanjuti karena tidak jelas waktunya dan tanpa nama pasien takutnya bias, tapi saya coba cross cek ke IGD apa ada kejadian seperti ini pagi ini dan segera info balik bapak, terimkasih bapak”, dr. Lily menjelaskan.

“selamat pagi bapak, bapa saya sudah cross check ke anak2 di RS sesuai informasi bahwa pasien datang sendiri tanpa diantar kelurga ke IGD untuk perwwatan dengan keluhan sakit perut. Setelah pemeriksaan awal  karena status pasien hijau artinya tidak bersifat emergency maka diarahkan ke loket untuk pendaftaran guna penanganan lebih lanjut, namun setelah ke pendaftaran di loket pasien tidak kembali tetapi langsung pulang. Demikian informasi dari IGD bapak. Terimakasih’, tulis dr Lily menyampaikan hasil konfirmasi kepada wali Kota yang ditayangkan di Akun fb @Ken Diaz di laman Grup FORUM KOTA KUPANG.

Cuitan Yorry Ridho mendapat tanggapan beragam dari nitizen seperti kata Melani Roja dalam akun fb @Melani Roja.

“Selamat siang basaudara semua, Dalam memberikan pelayanan di IGD, terdapat skala prioritas…istilahnya status pasien apakah hijau,kuning atau merah sesuai dengan tingkatan kegawatan daruratnya.apabila hijau/tidak emergency cukup dengan perawatan rawat jalan dan apabila kuning atau merah artinya kritis maka segera diambil tindakan.kadang memang beda cara melihat antara petugas medis dan pasien/keluarga pasien.perasaan khawatir pasien sangat dimaklumi dan petugas IGD sudah pasti mengetahui status yg dikenakan pada pasien.atas kejadian tadi status pasien masih dalam kriteria hijau dan dianamnese oleh dokter sakit perut, dan beliau saat di UGD tadi datang sendiri, dan diarahkan ke loket untuk pendaftaran untuk penanganan lanjut,.sayangnya setelah dari loket pasien tidak kembali ruang IGD, namun langsung pulang.sehingga perawatan pasien tidak dapat ditindaklanjuti.demikian penjelasan.makasih”, demikian bebernya.

Sementara Yance Makatita lewat akunnya menjelaskan, “Perawat belum mengerti tugas sebagai perawat tlng.kepala rmh.sakit kasi belajar bagaimana melayani orang sakit”.

Lebih keras lagi kata Kris Matutina, “Harus pembaharuan pemimpin di RS SK Lerik,,sepertinya masa bodoh dengan hal hal sepele”, tulisnya dalam akun @Kris Matutina.

Masih ada komentar lain dari puluhan nitizen yang jika diturunkan semuanya maka akan menambah rumitnya persoalan di RS SK Lerik.

Anggota DPRD Kota Kupang dari Fraksi Partai Nasdem Yuven Tukung yang dikonfirmasi tentang persoalan tersebut menyampaikan terimakasih dan akan menjadi catatan penting.

“Saya sangat berteerimakasih atas informasi ini dan dijadikan catatan penting bagi kami. Kita berharap agar keluhan seperti ini tidak boleh muncul atau terjadi. Artinya pihak RS lebih responsif terhadap keluhan pasien. Mestinya lebih cepat dalam mengmbil tindakan kepada pasien”< tulis Yuven dalam aplikasi WhatsAp yang dirim kepada Media ini.

“Perihal administrasi bisa belakangan. Yang utama tindakan cepat terhadap pasien yang membutuhkan. Kita mesti hindari adanya kejadian yang tidak diinginkan”, tegasnya.

(sintus)

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »