Woow, Luar Biasa, Sarana Proyek Air Sehat Oelnasi Dilengkapi Satelit Meter

“Tost Air Sehat”. Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dan Menejemen Waha Mitra Indonesia, Kabag Humas dan Wakil Media melakukan Tost Air Sehat saat Pengresmian Program Air Sehat di Desa Oelnasi Kecamatan Kupang, Kabuapten Kupang Kamis (10/10). Seluruh Sarana di Lokasi Proyek dilengkapi Satelit meter untuk melaporkan berbagai kendala.


KUPANG, FLOBAMORASPOT.COM – masyarakat Desa oelnasi khususnya di dusun Oelbubuk kecamatan Kupang Tengah boleh berbangga, karena hari ini Sarana Air Sehat yang dibangun sejak 2018 diresmikan. Program ini merupakan kerjasama Perusahaan Pompa George Fischer yang berpusat di Jerman dan Waha Mitra Indonesia (WMI) dilengkapi Satelit Meter untuk melaporkan setiap peristiwa kepada menejemen WMI.

“1 kali 24 jam dia update. Kalo dia tidak kirim data berarti ada masalah di sini. Sebelum Komite (Lembaga yang dibentuk untuk mengelola Seluruh faslitias air eehat) tau kotong su tau di sana”, jelas Project Manager Timor, Efendi Hutagaol dalam dialeg Kupang yang kental.

Menurut dia, jika tidak ada sinyal pengiriman data seperti pemakaian air dalam satu hari atau air tidak jalan maka dipastikan ada kendala di Lokasi ini.

“Ada Email yang dikirim dari Satelit meter ini ke Amerika. Dari Amerika dikirim ke Email kami masing-masing, sehingga kami tau oh ini ada masalah”, tambahnya lagi.

Ia mengatakan, Setiap Bulan selama 2 tahun WMI akan datang ke Oebubuk untuk memonitor sejauhmana pengelolaan Air Sehat dan apa dampaknya terhadap lingkungan secara social.

“Nanti kita Tanya sampai sejauhmana manfaat air ini baik secara fisik maupun social. Apakah dengan air ini hubungan social makin buruk atau makin baik. Dan khusus untuk anak-anak kita harapkan ada perubahan cara berpikir, karena menurut penelitian yang kami lakukan pada 2008 di Alor dan Belawan Medan, itu jumlah anak – anak yang sakit itu menurun drastic setelah kita pasang alat air sehat ini. Di Medan tingkat intelijensi anak meningkat setelah mengkonsumsi air Sehat. Memang tidak melulu karena air kita, ada factor lain juga tapi ini factor pemicu. Bahkan di Borpo ALor menurut testimony mereka setiap tahun ada anak yang meninggal karena sakit, tapi setelah itu tidak ada lagi sampai saat ini. Itu menurut mereka”, urai Pria asal Batak yang sudah fasih bahasa Kupang ini.

Ditanya pengembangan ke depan Efendi mengatakan, “dalam waktu dekat akan ke Kupang Barat. Boneana. Yang lainnya tergantung kebijakan pinpinan. Tapi dalam tahun ini dan tahun depan ada satu atau dua desa yang akan kita kerjakan di Kupang barat”.

Ia mengatakan, Saat ini sudah beberapa Kabupaten di NTT yang mendapatkan program Air Sehat dari Waha Mitra Indonesia.

“2008 kita pasang 11 titik di Kabupaten Kupang, Kota Kupang dan 1 di Rote dan 1 di TTS. Tahun 2014, 5 titik di Rote. 2016 – 2019 semuanya di Kabupaten Kupang, 7 titik t3rmasuk di Oemolo”, jelasnya.

Dari Kran air Sehat langsung diminum

Sementara itu General Manager PT Waha Mitra Indonesia, Surya Sentosa Subakti mengatakan, Perusahaan ini tergerak untuk membantu masyarakat tidak mampu di pelosok Indonesia.

“Di Jakarta masyarakat gampang mendapat air sedangkan di desa masih susah”, katanya.

Ia menegaskan, Menejemen pengelolaan air Sehat diserahkan kepada Komite.

“Komite memberlakukan tarif Rp. 5.000 per Galon dan Rp. 15. 000 per KK untuk setiap Hidrant Umum (ada 11 titik) untuk pemeliharaan sarana prasarana yang ada dan dimanfaatkan oleh Masyarakat desa ini”, tambahnya.

Ia mengatakan, pelayanan Air sehat akan menjangkau 500 jiwa di dusun Oelbubuk.

“Air Sehat ditampung dalam dua reservoir berkapasitas tampung masing-masing 10 ribu liter. Sebelum distribusikan sejauh 3,4 Km air terlebih dahulu diproses sehingga masyarakat bisa langsung minum di setiap tugu kran”, ujarnya.

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe menyatakan terimakasih atas bantuan Waha Mitra Indonesia di bidang Air Sehat.

Menurut dia, penyediaan air minum langsung baik berupa air galon maupun air kran merupakan sesuatu yang luar biasa bagi masyarakat di Desa Oelnasi.

“Orang Oelbubuk seperti di singapura atau Australia. Terimakasih masyarakat Oelnasi tanpa dukungan anda kegiatan hari ini tidak ada”, ungkapnya.  

Ia meminta masyarakat untuk menjaga daerah tangkapan air sehingga sumber air yang dikelola untuk program Air Sehat itu tidak kering.

“Dulu manusia ramah dengan alam sekarang tidak lagi. Meubeler di mana-mana. Itu kayu kita yang dipotong. Jati, Mahoni, Gamalina dan lain-lain. Apa yang kita rasakan ? Summber air kering”, jelasnya.

Ia berharap, masyarakat menjaga dan memelihara seluruh sarana Air Sehat bantuan WMI.

Share This:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »