Ada Politisasi Program Kaca Mata Baca ? Simak Penjelasan Kadis Kesehatan Kota Kupang.


Warga Kota Kupang sedang antri untuk memeriksa mata dan menerima kaca mata baca pada Sabtu (23/11)

KUPANG, FLOBAMORASPOT.COM – Pemerintah Kota Kupang bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat terhadap kaca mata baca.  Alhasil sudah 10.000 warga yang menerima bantuan tersebut.


Hal penting Yang perlu disoroti dalam program ini yakni ada tulisan JERIKO pada gagang kaca mata bantuaan tersebut.



“Tulisan JERIKO ini kan singkatan nama Pak wali kota saja. Ini hal yang biasa  sebenarnya untuk menandai saja  seperti bantuan  pemerintah Kota Kupang yang mana wali kotanya adalah bapa JERIKO. Yang paling utama adalah asas manfaatnya dimana warga Kota Kupang, para lansia kita sangat bersyukur atas bantuan yang menjawab langsung kebutuhan mereka,” jelas mantan Kadis Kesehatan Kota Kupang drg Retnowati sebagaimana dirilis Nina Tiara Staf Humas dan Informasi Kupang kepada Media di Kupang Sabtu (23/11).



Menurut dia, masih ada 48. 826 yang membutuhkan kaca mata baca. Bahkan, kata Retno, banyak warga yang berusia 35 tahun ke atas juga berminat.  Di Kota Kupang jumlahnya mencapai 123.739 orang yang membutuhkan bantuan ini.

“Ini jumlah yang signifikan dan mereka punya keluhan serius dengan kondisi matanya dan membutuhkan kacamata”, kata Mantan Kepala Dinas Sosial ini.

Menurut dia, apa yang pemerintah Kota Kupang lakukan merupakan sebuah langkah kecil, namun sangat berarti bagi masyarakat kecil di Kota Kupang. 

“Animo masyarakat pada saat penyerahan kacamata melalui kelurahan-kelurahan sangat tinggi. Mereka bahkan berebutan untuk bisa mendapatkan kacamata gratis ini karena langsung menjawab kebutuhan mereka”, jelas Retno lagi.

Retno menjelaskan melalui APBD 2019 Pemerintah Kota Kupang baru membantu 10 ribu kacamata. 

“Saat ini sedang dibagikan di kelurahan-kelurahan di enam kecamatan se-Kota Kupang”, katanya.

Respon warga pun sangat positif karena awalnya tidak bisa membaca karena mata kabur,  sekarang sudah jelas dan jernih kembali.

Retno juga menegaskan bahwa semua pembagian kacamata diawali dengan pemeriksaan dokter terlebih dahulu sehingga sesuai dengan kebutuhan pasien atau warga. (Sinto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »